Selasa, 08 November 2011

Membaca.. hobby yang mengaduk-aduk perasaan

Membaca sebagai hobby utama bagiku saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan, bukan hanya sebagai pengisi waktu luang namun menjadi suatu hal yang wajib yang harus kulakukan setiap hari, aku tidak akan dapat memejamkan mata sebelum membaca buku, walaupun aku naik ke tempat tidur dengan kondisi sangat lelah, aku akan tetap membuka halaman buku dan menatap hurufnya satu persatu, membaca menjadi rutinas wajibku walaupun aku hanya akan melahan beberapa halaman lalu tertidur dengan halaman masih terbuka.’


Membaca menjadi hiburan yang menyenangkan, bahkan menjadi alternatif utama disaat tiba masa-masanya suntuk. Membaca mampu mengusir kesedihan yang menggores-gores perasaan terdalam, membaca memberiku tawa yang diam-diam sering kutahan, dan membaca terkadang membuka akan adanya pemahaman baru.




Nah begitu pentingnya membaca buku bagiku, juga memberikan pengaruh langsung pada perasaanku, kalau hanya menangis saat membaca kisah sedih, atau tertawa sendiri dengan lelucon yang ada itu belum apa-apa menurutku. Yang kumaksud disini adalah benar-benar memberi pengaruh pada perasaan bahkan moodku. Aku bisa bahagia dan super semangat selama berminggu-minggu begitu usai membaca ‘’Negeri lima menara dan Ranah Tiga Warna ‘’ nya Fuadi, aku bisa menjadi sangat religius begitu usai membaca ‘’Ayat-ayat Cinta atau Ketika Cinta Bertasbih ‘’ nya Habiburrahman, atau aku bisa murung berminggu-minggu usai membaca Oliver twist, Monthe the Cristo dan buku-buku sedih lainnya.


Aku juga sedikit lebih bijak ketika usai membaca buku biografi pemimpin dunia atau artis terkenal, aku menjadi semakin eksal dengan negeri ini begitu usia membaca: Komando, jejek seorang prajurit atau membaca buku bertema politik lainnya, aku bisa jadi merenung dalam dalam usai membaca serialnya Sindu yang berjudul: Nurjahan the Queen of Mughal yang setiap serinya minta ampun tebalnya, aku melamun panjang merenanungkan nasibnya rRatu Timurnya negeri Manchu usai membaca Maharani, aku bisa sangat puitis usai membaca buku-bukunya Khalil Gibran, bahkan sudah dua hari ini aku tidak bersemangat makan gara-gara sedih membayangkan nasibnya Sayuri dalam Memoar of Gheisha. Namun dari semua ini aku paling senang membaca buku Harry Potter, entah kenapa membaca buku seri keberapun dari buku ini selalu bisa membuatku ...senang.


Aku ingat, waktu masih kecil, aku memiliki fisik yang sangat lemah, maka tidak heran aku tidak punya olahraga favorit karena setiap olahraga dijamin aku akan sakit, namun karena aku sangat maniak dengan serial silat khoo ping khoo, maka aku bisa mengikuti olahraga beladiri asli Indonesia ini dengan baik, walaupun aku lebih sering libur latihan karena terkilir, cedera dan terluka karena olahraga ini, kadang-kadang dalam hati kecilnya menyadari bahwa aku ikut latihan silat lebih karena ingin merasakan dunia persilatan yang digadang-gadangkan buku itu daripada keinginanku untuk membela diri dan menjadi sehat hehehe.


Kebiasaan mengikuti suasana buku dengan hatiku masih sangat sulit kuhilangkan sampai saat ini, ketika membaca buku ‘’Cara dahsyat menjadi penulis ‘’ karya Jonru aku semangat untuk menulis, atau membaca bukunya Mis Jinjing membuat aku semangat melongok isi lemari dan mulai merasa kurang cantiknya aku sebagai wanita.....


Satu sisi, ini berakibat positif, karena bisa membuatku menjadi lebih bersemangat, namun sayangnya kadang hanya berlangsung dua atau tiga minggu bahkan ada yang tiga empat hari, dan biasanya aku juga kadang enggan membaca buku yang sama......kecuali buku Harry Potter tentunya. Namun sisi negatifnya..kadang-kadang mood buku ini berpengaruh pada sikap sehari-hariku bahkan kerjaku..hehehe, untungnya sejauh ini aku belum dapat teguran karena ini.


Begitu dahsyatnya dampak sebuah buku pada perasaan dan moodku, membuat aku kadang menunda untuk membacanya, tidak jarang buku ini hanya jadi penghuni rakku untuk beberapa hari sampai aku merasa siap membacanya, hmmmmm emosiku sangat mudah diobok-obok oleh hanya sebuah kisah dalam sebuah buku.....bagaimana dengan anda?

Kampar, 8 Nov 20111

Rina Hasan

Minggu, 28 Maret 2010

3 Menit Membuat Anak Keranjingan BelajarBagikan

Kebanyakan orang tua sering kali menghadapi masalah yang sama: anak malas belajar sehingga nilai pelajaran mereka tidak memuaskan. Akhirnya, sebagian orangtua memaksa anak mereka mengikuti les atau kursus tambahan supaya mereka mendapatkan nilai yang bagus, sukur-sukur bisa mendapat ranking lima besar.


Orangtua kerap terobsesi dengan nilai bagus atau ranking. Itu bukan tidak boleh. Masalahnya, mereka sering kali lupa bahwa anak-anak mempunyai kepribadian yang berbeda yang sangat mempengaruhi cara belajar masing-masing, minat dan bakat yang berbeda, pemahaman yang berbeda akan sesuatu, dll.


Buku ini akan membantu para orangtua mulai dari:



  1. Mengenali prinsip-prinsip utama yang harus dipahami sebelum mengajarkan teknik-teknik belajar pada anak.
  2. Membangun kepercayaan diri anak dalam hal belajar.

c. Menerapkan teknik 3 menit

d. Mengubah malas belajar menjadi "wooow, saatnya belajar

e. Menyamakan frekuensi kita dengan anak.

f. Mulai dari apa yang mereka inginkan dan sukai

g. Menyentuh hati dan emosi anak.

h. Berbagai trik dan tips untuk membuat belajar selalu menyenangkan sehingga anak betah dan tak gampang bosan.

i. Dll.

Deskipsi Buku:

Judul Lengkap : 3 Menit Membuat Anak Keranjingan Belajar
No. ISBN : 978-979-22-5534- 8
Penulis : Reza Rifanto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2010
Jumlah Halaman : 192 halaman
Ukuran : 15.5 x 21.5 cm
Berat : -
Jenis Cover : Soft Cover
Harga Sebelum Diskon : Rp. 45.000,-

Harga : Rp. 38.500,00

Design by Amanda @ Blogger Buster